Radarmalut.com – Kampung Ramadan di depan Benteng Oranje yang diinisiasi sebagai salah satu pemasok PAD di Kota Ternate, Maluku Utara, bukan hanya sepi tak di tempati para pedagang musiman, tetapi tendanya pun ikut ambruk disapu angin.

Pantauan radarmalut, Rabu (11/3/2026) pukul 16.53 WIT, enam unit tenda yang terpasang roboh. Beberapa tiang sudah tercabut dari kancingan atap sehingga nampak melintang di atas tanah dan ada pula posisinya terangkat.

Kemudian dua unit tenda beserta rangka dan terpalnya melengkung ke arah timur hingga ke trotoal yang berjarak kurang lebih lima meter dari letak tenda didirikan sebelumnya. Sejumlah besi pengaitnya juga bengkok hampir patah.

Sementara, tiga unit tenda lainnya berada bagian selatan masih berdiri kokoh. Namun begitu, tidak tersedia meja atau perlengkapan berjualan di sana. Begitu juga tak ada seorang pun petugas atau pengelolah terlihat di lokasi.

Salah satu warga, Asbur, mengatakan kejadian ambruknya tenda diperkirakan tadi siang ketika hujan disertai angin kencang melanda Kota Ternate. Menurutnya, sejak tenda tersebut dipasang sampai sekarang masih sepi.

“Tadi pagi masih berdiri jadi mungkin siang ini saat hujan dan angin. Saya kurang tahu tendanya untuk apa, tetapi informasinya digunakan pedagang berjualan di bulan Ramadan. Sampai hari ini tidak terlihat orang berjualan,” katanya.

Diketahui, Kampung Ramadan dikelolah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate yang diperuntukkan kepada pedagang musiman. Hanya saja, tak berjalan maksimal hingga dipenghujung Ramadan ini.

Kepala Disperindag Kota Ternate Nursidah Dj Mahmud saat dikonfirmasi via aplikasi tukar pesan singkat belum memberikan tanggapan terkait kondisi ambruknya tenda.

***

Haerudin Muhammad
Editor