Radarmalut.com – Program pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, masih menghadapi persoalan mendasar. Hingga akhir 2025, penyediaan lahan di 88 desa belum juga tuntas, meski agenda nasional ini terus disosialisasikan oleh pemerintah daerah.
Fakta tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pembekalan Dasar Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM di Morotai Mall, Kamis (18/12/2025).
Usai membuka kegiatan, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua mengakui hingga kini pemerintah daerah masih mencari lahan yang dianggap layak dan strategis untuk pembangunan Kopdes Merah Putih, kendati secara faktual Morotai diklaim memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas.
“Lahannya sebenarnya banyak, tapi yang dibutuhkan ini lahan yang strategis, bisa dilewati kendaraan dan tidak jauh dari desa. Itu yang masih kita cari,” ungkapnya kepada wartawan.
Pernyataannya mengisyaratkan bahwa persoalan Kopdes bukan pada minimnya lahan, melainkan pada ketidaksiapan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam menyiapkan lokasi yang memenuhi syarat sejak awal program dijalankan.
Rusli berdalih, pemerintah daerah juga mensyaratkan agar lahan Kopdes harus berstatus jelas dan telah bersertifikat. Namun sampai kini, ketentuan itu justru menjadi penghambat percepatan pembangunannya di sejumlah desa.
“Lahan ini sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja lahan yang digunakan harus sesuai prosedur dan sudah bersertifikat,” ucapnya.
Hal ini memperlihatkan program Kopdes berjalan lebih cepat pada tahapan sosialisasi, sementara aspek paling krusial, yakni kesiapan lahan masih tertinggal. Bahkan, beberapa desa seperti Desa Yayasan dan Desa Darame dinilai akan kembali ditinjau untuk mencari solusi.
Rusli mengungkapkan, kuartal pertama tahun 2025, baru 34 desa yang dinyatakan tuntas penyediaan lahan Kopdes. Sementara, lebih dari separuh desa di Morotai belum memiliki kepastian lokasi pembangunannya. Namun demikian, pemerintah daerah kembali memasang target baru.
Rusli berharap seluruh penyediaan lahan Kopdes di 88 desa dapat diselesaikan pada Januari 2026. Target tersebut menjadi tanda tanya di tengah belum jelasnya langkah konkret percepatan penyediaan lahan, sedangkan program Kopdes Merah Putih terus digaungkan sebagai salah satu penggerak ekonomi desa di Pulau Morotai.
***



