Radarmalut.com – Lalu lalang truk bermuatan BBM subsidi 8000 liter diduga milik PT Mitamal Utara di  lingkungan RT 05/RW 03, Kelurahan Ngade, Kota Ternate, bukan aktivitas biasa. Karena, area pemasok dipagari seng bekas setinggi tiga meter.
Pergerakan Mahasiswa Anti Mafia BBM Maluku Utara, Ardiyanto mengatakan, aparat kepolisian harus mengecek langsung kegiatan mencurigakan itu, dengan memeriksa pemilik truk serta seseorang bernama Budi yang merupakan penyedia lokasi penimbunan.
“Polisi harus segera memanggil pemiliknya yang bernama Budi untuk diperiksa. Dugaan penimbunan BBM ini tidak boleh dibiarkan begitu saja,” katanya, Senin (28/9/2026).
Pemeriksaan, kata Ardiyanto, untuk memastikan apakah aktivitas pembongkran BBM telah memiliki perizinan sesuai dengan ketentuan. Pasalnya, hilir mudik truk bertangki zumbo tersebut berlangsung intens dan praktiknya sudah lama terjadi.
“Informasi ini mesti ditindak lanjut, sebab sudah cukup menjadi dasar awal bagi aparat untuk melakukan verifikasi di lapangan agar mendalami dari mana asal dan tujuan BBM, serta legalitas tempatnya,” jelasnya.
Terpisah, seorang warga setempat yang meminta identitasnya tak dipublikasi, menyebut dalam sehari terkadang terdapat dua hingga tiga truk pengangkut BBM masuk ke lokasi. “Satu hari bisa sampai tiga oto (truk,red) masuk,” ujarnya.
Ia bahkan sempat merekam salah satu truk milik PT Mitamal Utara ketika masuk kedalam area itu lalu mengisi BBM ke penampungan yang telah disediakan. Meski demikian, belum bisa dipastikan jenis BBM-nya.
Sementara, Pihak PT Mitamal Utara dan pemilik lokasi masih dalam upaya konfirmasi hingga berita ini diterbitkan.
***



