Radarmalut.com – Semrawutnya penataan kawasan Pasar Higienis membuat Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman naik pitam, hingga memberikan deadline terhadap dua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menertibkan kembali area perputaran ekonomi tersebut.

Hal ini imbas dari puluhan sepeda motor warga yang terparkir di depan Pasar Higienis diangkut paksa oleh Satlantas Polres Ternate, Jumat (10/4/2026) pagi. Padahal, dua sisi tepi jalan itu sejak lama dijadikan Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai penarikan retribusi.

Alhasilnya, jika seminggu ke depan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nursiah Dj Mahmud dan Kepala Dishub Kota Ternate Faizal Badaruddin tidak mampu menjalankan perintah atasannya, maka posisi mereka terancam digantikan orang lain.

Ini terungkap dalam rapat di lantai III Kantor Wali Kota Ternate dihadiri Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, Kepala Satlantas, Kasatpol PP Fhandi Mahmud, Nursiah, Faizal dan jajaran Pemkot lainnya pada Jumat kemarin.

“Mulai besok (hari ini,red) dan satu minggu ke depan harus ditertibkan dalam artian dirapikan. Pak Wali bicara agak keras sebab ini juga jadi bahan evaluasi bagi Kepala Disperindag dan Dishub, apabila mereka tidak melaksanakan tugas dengan baik,” kata Sekda Ternate, Rizal Marsaoly.

Rizal menjelaskan, di forum rapat, pihak Disperindag mempresentasikan skema pengaturan, penanganan, dan penataan terkait kawasan Pasar Higienis yang selama ini area parkirannya di tempati penjual ikan bakar, sehingga menyebabkan kendaraan sepeda motor diparkir di pinggir jalan.

“Maka, Pak Wali akan mengevaluasi. Mohon maaf-maaf saja karena tidak baiknya Pak Wali punya nama. Lagian ini kan sudah beberapa kali dilaksanakan skema, tetapi lagi-lagi kadang di level atas rapi tapi dibawahnya masih ada oknum juga yang masih bermain,” tandasnya.

Puncak ketegasan Tauhid bukan tanpa dasar, dua periode menduduki jabatan Wali Kota Ternate tidak satu pun Kepala Disperindag dan Dishub mampu mengatasi penataan kawasan Pasar Higienis secara maksimal.

***

Haerudin Muhammad
Editor