Radarmalut.com – Morotai Fun Run 10K 2026 yang digadang-gadang menjadi magnet wisata olahraga terbesar di Maluku Utara justru berakhir mengecewakan. Target ambisius sebanyak 2.000 peserta tidak tercapai karena jumlah partisipasi jauh di bawah ekspektasi.

Panitia mencatat hanya 672 pelari yang ambil bagian dalam ajang tersebut. Angka ini disampaikan langsung saat persiapan pelepasan peserta di halaman gedung Central Business District (CBD) pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 07.41 WIT.

Jumlah itu kontras dengan klaim yang sebelumnya gencar dipublikasikan menjelang pelaksanaan kegiatan. Selain itu, janji menghadirkan peserta mancanegara juga tidak terbukti. Sepanjang lintasan lomba, tidak terlihat satu pun pelari asing yang ikut berpartisipasi.

Seluruh peserta yang terdaftar merupakan pelari domestik. Bahkan, sebagian besar di antaranya berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai yang turut meramaikan kegiatan.

Sehari sebelum pelaksanaan, Ketua Panitia Morotai Fun Run, Sugiarti mengatakan, jumlah peserta masih dalam tahap rekapitulasi. Ia mengaku sebanyak 1.850 jersey telah habis dibagikan, seiring meningkatnya jumlah pendaftar, termasuk dari luar Pulau Morotai.

“Semua kategori masih kami rekap. Tapi, jersey 1.850 sudah habis. Peserta datang mendadak cukup banyak, jadi kami hentikan sementara untuk menghitung ulang,” ujar Sugiarti kepada radarmalut, Sabtu (11/4/2026).

Namun, menjelang start kegiatan, panitia justru mengoreksi jumlah peserta. Sugiarti lalu menyebut peserta umum yang terdaftar hanya mencapai 672 orang, jauh dari target awal 2.000 peserta.

Lomba dengan tema ‘Morotai Fun Run 10K, Lari di Tanah Samudra’ tersebut telah menyedot APBD 2026 sebesar Rp 469.500.000, dan sementara total hadiahnya Rp 112 juta untuk lombah lari, hias bentor serta konten kreator.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter