Radarmalut.com – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pulau Morotai memastikan telah mengambil langkah cepat menyikapi pencurian kabel pompa air yang menyebabkan terhentinya pasokan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Morotai Utara.

Direktur PDAM Pulau Morotai, Didik Contianto mengungkapkan, kasus pencurian kabel pompa air resmi dilaporkan ke Polsek setempat pada Jumat (6/2/2026). Pihaknya juga menghadirkan saksi atas nama Sahrul Robo dan Kariyadi, dengan bukti berupa dokumentasi di TKP.

Didik menjelaskan, akibat pencurian tersebut PDAM mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Sementara, hingga kini masyarakat terdampak masih belum dapat menikmati layanan air bersih secara normal.

“Kerugian yang dialami PDAM nilainya puluhan juta rupiah, dan yang paling dirugikan tentu masyarakat karena sampai sekarang belum bisa menikmati air bersih,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).

Dikatakannya, setelah kejadian pencurian, pihaknya langsung mengerahkan petugas teknisi ke lokasi untuk mengecek. Sebagai langkah darurat, PDAM menggunakan kabel berukuran jauh dari standar hanya untuk distribusi air dapat segera dipulihkan.

“Saya sudah minta anggota ke lokasi pencurian, karena mereka paham betul kondisi di situ. Untuk sementara kami pakai kabel kecil dulu,” ujarnya.

Namun demikian, Didik menyebut penggunaan kabelnya tidak dapat berlangsung lama. Sebab, berdasarkan petunjuk teknis dari Ternate bahwa hanya mampu bertahan sekitar dua bulan, dan harus diganti dengan kabel sesuai spesifikasi.

“Kami juga sudah minta petunjuk dari Ternate. Kabel kecil ini bisa dipakai, tapi tidak lama. Daya tahannya sekitar dua bulan, sesudah itu wajib diganti dengan kabel aslinya,” ucapnya.

Didik mengatakan, sebenarnya kabel sudah terpasang di lokasi, namun terkendala dengan kondisi cuaca di wilayah tersebut. Ia pun optimistis apabila cuaca membaik maka proses penyambungan ke panel dapat dilakukan sehingga pasokan air bersih kembali berfungsi normal.

“Kabelnya sudah terpasang tadi, tetapi karena angin kencang di Bere-Bere. Insyaallah, kalau besok cuaca bagus, kabel bisa dikoneksikan ke panel dan langsung difungsikan,” tambahnya.

Didik mengaku memahami keresahan warga, terlebih peristiwa ini terjadi menjelang bulan Ramadan. Ia memastikan PDAM Morotai berupaya maksimal layanan air bersih untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berusaha secepatnya menormalkan. Kasihan warga, apalagi sekitar sepekan lagi kita sudah menjalankan puasa Ramadan. Saya sudah menyampaikan ke tokoh-tokoh dan masyarakat setempat terkait kondisi ini,” imbuhnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter