Radarmalut.com – Empat desa di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, terpaksa mengalami krisis air bersih setelah kabel penghubung ke mesin pompa milik PDAM dicuri. Warga meminta pihak terkait segera mengatasi sebelum memasuki bulan Ramadan pekan depan.
Seorang warga, Absan mengatakan, lokasi pompa berada di pertigaan jalan menuju Desa Kenari dan Desa Gua Hira tersebut dipotong orang sehingga sistem pengaliran air lumpuh total. Sementara, untuk memasak dan keperluan lainnya membutuhkan air.
“Pompa ini melayani Desa Tanjung Sale, Kenari, Bere-Bere, dan Gua Hira. Kalau sudah dekat Ramadan, semua orang butuh air, baik itu cuci pakaian, gorden, bersih-bersih di dalam rumah,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
Petugas PDAM Wilayah Kecamatan Morotai Utara, Sahrul menjelaskan, saat ini pihaknya masih berada di lokasi kejadian bersama petugas PDAM dari kabupaten untuk mengecek dan memastikan kerusakan di lapangan.
“Benar, yang dicuri itu kabel pompa air, jadi kabelnya dipotong lalu diambil. Saat ini kami bersama petugas dari kabupaten masih berada di lokasi,” ujarnya.
Sahrul juga menuturkan bahwa kabel pompa tersebut tidak tersedia di wilayah Morotai, maka untuk penggantikannya PDAM mesti memesannya dari luar daerah dengan perkiraan waktu yang tak bisa ditentukan.
“Kabel ini tidak dijual di Morotai, maka otomatis harus dipesan dari luar Morotai. Itu yang membuat perbaikan tidak bisa dilakukan secepat mungkin,” ucapnya.
Ani, warga lainnya, berhadap pihak kepolisian mengusut kasus pencurian ini hingga tuntas. Ia mendesak PDAM Morotai mengambil langkah alternatif untuk pasokan air bersih bisa kembali mengalir, meski bersifat sementara.
“Kalau tidak ada solusi cepat, kami sangat kecewa. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, apalagi sebentar lagi Ramadan,” pungkasnya.
***



