Radarmalut.com –Â DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara menyoroti realisasi anggaran pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai yang sampai awal tahun 2026 baru mencapai sekitar 45 persen.
Ketua Umum DPD IMM Maluku Utara, Muhammad Taufan Baba mengatatkan, hal semacam ini perlu mendapat perhatian serius karena pembangunan Labkesmas merupakan bagian penting dari penguatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Morotai.
“Dana alokasi khusus (DAK) Kesehatan memiliki peruntukan yang jelas dan tenggat waktu yang ketat. Ketika realisasi anggaran masih berada di angka 45 persen, maka wajar jika publik mempertanyakan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan proyek ini,” katanya, Minggu (11/1/2026).
Menurut Taufan, keterlambatan realisasi anggaran tidak hanya berdampak pada progres fisik bangunan, tetapi juga berpotensi menghambat peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan yang semestinya sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Mengingatkan bahwa rendahnya serapan DAK dapat menimbulkan konsekuensi lanjutan bagi daerah, termasuk risiko evaluasi negatif dari pemerintah pusat dan kemungkinan berkurangnya alokasi anggaran pada tahun berikutnya.
“Yang perlu dijaga adalah akuntabilitas. Jangan sampai proyek ini selesai secara administratif, tetapi bermasalah dari sisi mutu maupun manfaatnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Pihkanya mendorong Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, khususnya Dinas Kesehatan, untuk menyampaikan secara terbuka kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek Labkesmas, sekaligus memaparkan langkah percepatan yang akan dilakukan agar proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
Selain itu, Taufan meminta DPRD Kabupaten Pulau Morotai dan lembaga pengawas untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
“Transparansi dan pengawasan adalah kunci agar proyek strategis seperti Labkesmas benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
IMM Maluku Utara, kata Taufan, akan terus memantau perkembangan pembangunan Labkesmas Morotai sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mengawal kebijakan publik di sektor kesehatan.
***



