Radarmalut.com – Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, mendesak Bupati Pulau Morotai agar mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan ESDM terkait proyek pemeliharaan Taman Kota, Tugu Pancasila, dan Tugu Bintang.

Proyek senilai Rp 1 miliar dari APBD 2025 yang dikerjakan CV Permata Karya itu dipersoalkan karena mengabaikan kewajibannya. Zulfikran mengatakan absennya plang proyek bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi berpotensi melanggar UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Ini bukan proyek kecil. Anggarannya miliaran, pekerjaan sudah berjalan 30 persen, tapi papan informasi tidak ada. Itu pelanggaran prosedur paling mendasar dalam proyek pemerintah. Bupati tidak boleh pura-pura tidak tahu,” katanya, Kamis (20/11/2025).

Zulfikran menanggapi respons Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pulau Morotai, Djasmin Taher, yang meminta wartawan mengonfirmasi ke Plt Kesbangpol terkait ketiadaan papan proyek. Menurut Zulfikran, hal itu menunjukkan kurangnya tanggung jawab.

“Pernyataan Kadis DLH yang menyuruh wartawan bertanya ke OPD lain menunjukkan buruknya tata kelola. Kalau Kepala Dinas saja tidak tahu kondisi proyeknya sendiri, lebih baik bupati segera evaluasi. Ini bukan gaya memimpin yang sehat bagi pengelolaan APBD,” paparnya.

Pihaknya menilai ketidakterbukaan informasi membuka peluang mark up, penggelembungan item, hingga ketidakpatuhan pada RAB. Ditambah lagi adanya isu keterlibatan salah satu pimpinan OPD dalam proyek tersebut yang perlu ditelusuri lebih jauh.

Zulfikran menjelaskan plang proyek wajib mencantumkan nama kegiatan, nomor kontrak, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, konsultan pengawas, serta waktu pelaksanaan. Jika tidak tersedia, hal itu bisa dikategorikan sebagai maladministrasi.

“Kami meminta Bupati Morotai segera mengevaluasi kinerja Kadis DLH. Jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, LBH Ansor Malut akan mengajukan laporan resmi ke Inspektorat, Ombudsman, dan bila perlu ke APH,” jelasnya.

Zulfikran menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan proyek ini, termasuk item-item pekerjaan CV Permata Karya seperti pembersihan, pengecatan, pemugaran simbol, instalasi lampu, hingga pemasangan air mancur dan nozzle, untuk memastikan tidak ada pekerjaan fiktif maupun penggelembungan harga.

Sementara, saat ini papan proyek kini terlihat terpasang pada dinding gudang proyek di area Tugu Bintang dan Tugu Pancasila. Posisinya berada di sisi kanan jalan besar, dan diduga baru dipasang dalam satu hingga dua hari terakhir.

Seorang warga berinisial DW mengatakan kepada radarmalut bahwa papan proyek tersebut sebelumnya tidak terlihat. “Saya juga baru lihat papan proyek dipasang di gudang situ, kalau tidak salah kemarin atau tadi baru dipasang itu,” pungkasnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter