Radarmalut.com – Kesabaran warga Desa Yoyok, Halmahera Selatan akhirnya habis. Selama sembilan bulan terakhir, jaringan internet dan telepon di desa tersebut tak kunjung berfungsi. Kondisi ini memicu desakan agar Bupati Bassam Kasuba, segera mencopot Kepala Diskominfo, Sutego dari jabatannya.

Muhlis Idrus, salah satu tokoh pemuda desa, menuturkan kekecewaannya. Ia mengingat kembali janji yang disampaikan langsung bupati dan Sutego pada Juli 2025 lalu. Saat itu, keduanya berkomitmen akan memperbaiki kerusakan tower mini yang menjadi penghubung utama akses komunikasi warga.

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Bupati dan kepala dinas Sutego berjanji pada bulan Juli akan menindaklanjuti keluhan warga, tetapi sampai sekarang tak kunjung diperbaiki,” kata Muhlis, Selasa (2/9/2025).

Bagi warga Desa Yoyok, terputusnya jaringan bukan sekadar soal tak bisa berselancar di dunia maya. Di era digital, akses internet dan telekomunikasi menjadi jembatan vital bagi pendidikan, ekonomi, hingga urusan keluarga.

Muhlis mencontohkan, banyak mahasiswa asal Yoyok yang sedang menempuh pendidikan di Ternate maupun di kota lain. Mereka kesulitan menjalin komunikasi rutin dengan orang tua. “Lihat saja anak-anak yang kuliah, kalau mau telepon keluarga susah sekali. Ini menyulitkan mereka, padahal komunikasi itu penting,” jelasnya.

Tak hanya mahasiswa, aktivitas pelaku usaha kecil di desa juga terganggu. Jual beli hasil bumi dan perikanan yang biasanya bisa dipasarkan melalui aplikasi pesan singkat, kini kembali bergantung pada jalur konvensional.

“Kami seolah-olah tertinggal jauh dari daerah lain. Padahal, kami juga warga Halmahera Selatan yang punya hak sama dalam menerima pelayanan,” ujarnya.

Kekecewaan warga pun berubah menjadi desakan politik. Muhlis menegaskan, bila dalam beberapa pekan ke depan perbaikan jaringan tak kunjung terealisasi, maka bupati harus mengambil sikap tegas dengan mencopot Kepala Diskominfo, Sutego.

“Bila perlu copot saja. Jangan dibiarkan lamban seperti ini, kami warga negara harus diperlakukan setara. Jangan sampai karena kelalaian pejabat, masyarakat terus dirugikan,” paparnya.

Sementara, Sutego, sebelumnya mengaku persoalan ini telah disampaikan ke Kementerian di Jakarta. Menurutnya, proses perbaikan masih dalam tahap penanganan, meski tidak bisa memastikan kapan jaringan kembali normal.

“Kalau alasannya masih diperbaiki, kenapa sampai sembilan bulan tidak selesai? Ini bukan persoalan baru, tapi sudah terlalu lama,” imbuhnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor