Radarmalut.com – Setelah acara lomba gerak jalan di Pulau Morotai pada Jumat (15/8/2025), menyisakan sampah di hampir setiap titik keramaian, khususnya sepanjang rute Patung Soekarno, Tugu Pancasila, Tugu Bingang, Masjid Daruba Pante, hingga Taman Kota.

Pantauan radarmalut sejak sore hingga pukul 23.30 WIT, sampah berserakan di tepi jalan, masuk ke selokan, dan menumpuk di sudut-sudut kawasan. Sampah didominasi gelas plastik minuman es dan sedotan yang dibuang begitu saja oleh peserta maupun penonton.

Kondisi ini membuat petugas kebersihan mesti bekerja ekstra. Minimnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) di rute lomba memperburuk keadaan. Satu-satunya TPS yang disediakan di Jalan Siswa pun tidak mampu menampung volume sampah yang ada.

“Pemandangan sesudah lomba hampir selalu sama, tumpukan gelas plastik berserakan di tepi jalan, masuk selokan, atau menumpuk di sudut kawasan,” ujar Sekretaris Komunitas Peduli Lingkungan BISA Morotai, Saf’at Irfandi Sabban.

Irfandi menilai panitia kurang peka dan tidak memasukkan aspek kebersihan kota dalam kriteria penilaian lomba. Dan, ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan juga berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan publik. Sampah plastik yang terbawa hujan bisa menyumbat saluran air dan memicu genangan.

“Euforia acara berubah cepat menjadi beban bagi petugas kebersihan. Yang memprihatinkan adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan seolah itu bukan tanggung jawab mereka atau ada ‘malaikat kebersihan’ yang akan selalu membereskan semuanya,” jelasnya.

Warga Desa Morotai, Ratih Rahasya Yusup, juga menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, lomba gerak jalan merupakan kegiatan positif dan diminati semua lapisan masyarakat, terutama pelajar, namun kesadaran menjaga kebersihan masih rendah.

“Akhirnya petugas kebersihan yang repot lagi. Memang mereka digaji, tapi setidaknya jangan menambah beban, apalagi kalau sampahnya begitu banyak, terutama di Taman Kota ini,” pungkasnya.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Mirsa Saibi
Reporter