Radarmalut.com – Tambatan perahu di kawasan Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Fasilitas yang menjadi akses utama masyarakat dari Pulau Kolorai, Galo-Galo, dan Ngele-Ngele Besar menuju pusat layanan publik itu kini dinilai membahayakan pengguna.
Pantauan radarmalut pada Jumat (24/4/2026), kerusakan paling serius terjadi pada bagian lantai jembatan. Sejumlah papan penyangga terlihat lapuk, bahkan sebagian hilang, sehingga menyisakan lubang cukup besar.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama bagi warga yang melintas setiap hari. Selain itu, bagian atap jembatan juga tampak rusak setelah tercabut dari rangkanya.
Tambatan perahu ini tidak hanya difungsikan sebagai jalur penyeberangan, tetapi juga menjadi titik sandar perahu milik warga sebagai satu-satunya moda transportasi laut yang mereka andalkan.
Melalui fasilitas itu, mereka menjangkau pusat kota untuk menjual hasil laut, mengakses layanan kesehatan, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Sukri Rauf mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) segera melakukan perbaikan. Ia menilai, selain sebagai infrastruktur vital, tambatan perahu itu juga merupakan salah satu wajah kawasan kota.
“Ini bukan sekadar fasilitas penyeberangan, tapi juga mendukung konektivitas ekonomi dan pariwisata, termasuk akses ke Desa Galo-Galo, Kolorai, Ngele-Ngele, dan pulau-pulau destinasi wisata di sekitarnya,” katanya.
Sukri menambahkan, anggaran pembangunan tambatan perahu sudah tercantum dalam APBD Tahun 2026 dan berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Morotai.
***



