Radarmalut.com – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus mendorong percepatan usulan program kampung nelayan di wilayah Morotai Utara. Kini, Desa Maba menjadi yang paling siap dibanding dua desa lainnya, yakni Gorua Utara dan Loleo Jaya.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai, Jhon Tiala mengatakan, dari tiga desa yang diusulkan, progres Desa Maba telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara yang lain masih belum menunjukkan kesiapan signifikan, terutama terkait penyediaan lahan.
“Morotai Utara ada tiga desa yang diusulkan yaitu Desa Maba, Gorua Utara, dan Loleo Jaya. Desa Maba sudah sekitar 90 persen, tinggal melengkapi administrasi koperasi. Untuk lahannya juga sudah disiapkan oleh pemerintah desa bersama pemilik lahan,” ujarnya ketika ditemui di halaman Kantor Bupati, Senin (30/3/2026).
Jhon menjelaskan, hingga saat ini dua desa lainnya belum memberikan informasi jelas terkait kesiapan lahan. Padahal, hal tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam pengusulan program kampung nelayan.
“Untuk dua desa lainnya, sampai hari ini belum ada kejelasan soal kesiapan lahan,” jelasnya.
Meski demikian, usulan kampung nelayan untuk wilayah Morotai Utara tetap ditargetkan masuk pada tahun 2026. Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga masih memberikan waktu hingga 15 April 2026 untuk melengkapi seluruh persyaratan.
Sementara, Kepala Desa Maba, Sahrudin Zamrud, optimistis desanya akan lolos dalam program tersebut. Ia menyebut, bahwa sekarang ini progres usulan kampung nelayan di Desa Maba telah mencapai 95 persen.
“Alhamdulillah, untuk usulan kampung nelayan di Desa Maba sudah sekitar 95 persen. Sebelumnya tanggal 18 kemarin masih di angka 90 persen, sekarang sudah meningkat,” ungkapnya.
Sahrudin juga memastikan lahan untuk pembangunan kampung nelayan disiapkan seluas 6.000 meter persegi oleh pemerintah desa. Menurutnya, dalam waktu dekat tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan akan turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi.
“Rencananya tanggal 1 April 2026 pihak kementerian akan turun memastikan kondisi di lapangan. Semoga tidak ada kendala,” ucapnya.
Sahrudin menambahkan, program kampung nelayan ini diharapkan mampu menjawab tantangan sektor perikanan di Morotai yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung tuna.
“Morotai dikenal sebagai lumbung tuna, sehingga program ini diharapkan bisa memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” pungkasnya.
***





