Radarmalut.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai akan memecat kadernya yang diduga terlibat terhadap setiap bakal calon dan Wakil Bupati yang mengikuti proses pendaftaran penjaringan partai.

Hal tersebut dilakukan oleh Penjaringan Partai NasDem berinisal FG. Padahal, partai besutan Surya Paloh itu tidak memungut biaya sepeserpun dalam tahapan pencalonan kepada bakal calon tahun 2024.

Ketua Bappilu Partai , Ifan Umasugi  mengatakan, akan menindak tegas oknum yang melakukan pungutan atau mematok mahar terhadap bakal calon kepada daerah. Ia pun meminta untuk mengembalikan sejumlah uang tersebut.

“Oknum kader partai yang sengaja melakukan pungutan akan diberikan sanksi pemecatan. Karena siapapun yang mendaftarkan diri tidak dikenakan biaya. Kami di DPW ada beberapa yang arahnya kesana tapi tetap komitmen NasDem tidak ada istilah mahar segala,” ujarnya, Jumat (10/5/2024).

Ifan mengakui, ada praktik yang dilakukan oknum kader partai. Padahal, sudah jelas bahwa NasDem melarang keras pengurus partai dari nasional sampai daerah untuk tidak meminta uang pemulus ketika ada yang mengikuti pembukaan pendaftaran penjaringan.

“Kami tegaskan kepada seluruh pengurus DPD yang meminta mahar atau uang kepada setiap bakal calon, agar secepatnya dikembalikan. NasDem adalah partai tanpa mahar atau pungutan berupa uang dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, dari data dan informasi yang didapatkan bahwa ada sebanyak sepuluh orang memasukan berkas di Nasdem Halmahera Barat, namun yang ditindaklanjuti ke DPW hanya tujuh orang saja.

“Bila ada yang mendaftar, maka wajib hukumnya dokumennya diteruskan ke DPW. Sebab, saya lihat di NasDem Halmahera Barat itu ada 10 orang, tapi yang diterima DPW hanya beberapa saja, ini kesalahan fatal,” ungkapnya.

Ifan membeberkan, pihaknya sedang dalam verifikasi internal atas informasi pungutan tersebut untuk melakukan pendalaman, sehingga dapat mengambil langka sesuai dengan aturan main dalam partai.

Haerudin Muhammad
Editor
Radar Malut
Reporter