Radarmalut.com – Peningkatan , berstatus awas. Hal tersebut membuat petugas harus mengevakuasi enam dari tujuh belas desa di lokasi aman pada tanggal 19 Mei 2024 lalu ke Desa Gam Ici, Tongute dan Tongute Sungi, Kecamatan Ibu.

Hingga saat ini jumlah diungsikan berkisar 1.911 jiwa. Untuk membantu kebutuhan sehari-hari warga di tempat pengungsian, maka Pemuda Peduli Desa (Papeda) dan Ikatan Pemuda Jalan Baru menggelar aksi penggalangan dana, Selasa (28/5/2024) malam.

Kordinator , Yanto Wahab mengatakan, kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak erupsi Gunung Ibu. Nilai-nilai kemanusain harus terus digelorakan untuk sesama di manapun berada.

“Meraka yang terdampak ada warga 6 desa di kecamatan Ibu Utara, yaitu Arujaya, Pasalulu, Togoreba Tua, Tuguis, Goin, dan Sangaji Nyeku, serta meluas ke 16 desa yang terdampak hujan abu. Ini adalah musibah kita semua, duka Ibu adalah duka kita semua,” katanya.

Sementara, Presiden Papeda Nofdi Usman menjelaskan, saat ini sebagian besar warga yang terdampak erupsi masih berada di tenda-tenda pengungsian, sehingga sangat membutuhkan logistik dasar seperti makanan dan obat-obatan.

“Harapan besar kami, musibah ini lekas pulih dan warga yang tinggal di Kecamatan Ibu kembali beraktivitas seperti semula dan -anak kembali bersekolah seperti biasanya,” ujarnya.

Diketahui, aksi penggalangan dana difokuskan di Desa Gufasa, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Erupsi Gunung Ibu' dengan slogan Duka Ibu adalah Duka Kita.

Status Gunug Ibu berada di level IV atau awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengelurkan rekomendasi terkait informasi bahwa jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas dan warga agar beraktivitas radius 7 kilometer.

Selain itu, belum lama ini, Direktur Logistik dan Peralatan RI Nadira juga menggelar rapat dengan Pemerintah Daerah Halmahera Barat. Ia mengimbau agar semua pihak berkomitmen dan bertanggungjawab terhadap pengungsi, sehingga suplai kebutuhan berjalan lancar.

***

Haerudin Muhammad
Editor
Radar Malut
Reporter