Radarmalut.com – Setelah beberapa hari lalu terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Jakarta Pusat. Tiga aparatur sipil negara (ASN) Maluku Utara kini sudah menjalani di Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) kawasan Jakarta Timur.

Hasil penggeledahan awal sabu seberat 0,16 gram, namun ketika di dalami ternyata barang buktinya hanya 0,02 gram saja. Ketiganya tidak dilakukan penahanan melainkan pemulihan karena bukan pengedar tapi sebatas pemakai.

Kabid Humas Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, dalam gelar perkara penangkapan tiga ASN Maluku Utara hanya menyita 0,02 gram sabu, makanya ketiganya hanya menjalani direhabilitasi di Rumah Sakit.

lanjut Ade Ary, bahwa jika mengacu Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 07 Tahun 2009 tentang Penempatkan Pemakai ke Dalam Panti dan Rehabilitasi. ” Mengacu pada SEMA bersadarkan yang telah disita 0,02 gram sehingga ketiga sebagai penyalahgunaan narkoba,” katanya dikutip dari Jawaposcom, Rabu (29/5/2024).

Ade Ary menjelaskan, tiga tersangka sementara waktu menjalani rehabilitasi di RSKO. Ia katakan, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya juga telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Kepala . ” Tidak dilakukan penahanan tapi jalani rehabilitasi saja,” jelasnya.

Sebelumnya, penangkapan itu berlangsung di jalan Percetakan Negara Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5/2024) sekitar pukul 23.40 WIB. Tiga ASN tersebut berinisial RJA, AFM dan MBD.

Ade Ary menjelaskan, dalam penggeledahan ditemukan satu klip sabu seberat 0,16 gram yang disimpan di dalam bungkusan rokok filter. Ketiganya mengakui bahwa barang haram itu didapatkan dari seorang perempuan berinisial I.

“Saat ini polisi masih memburu perempuan yang dimaksud. Barang bukti dan ketiganya sudah diamankan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk dilakukan tes urine guna penyelidikan,” jelasnya.

ketiganya diduga ASN di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Maluku Utara yang sedang mengikuti penyusunan rencana kerja anggaran dan dokumen pelaksanaan anggaran.

Haerudin Muhammad
Editor
Radar Malut
Reporter