Radarmalut.com – Eks pegawai Bank Rakyat (BRI) Cabang , berinisial IA yang diduga uang milik bernama Djaenab Anwar pada tahun 2018 silam sebesar Rp 47 juta. Kini, pihak bank pemerintah tersebut berjanji bakal mengembalikan.

Uang itu rencananya digunakan untuk biaya ibadah haji di Mekkah. Hanya saja, digelapkan oleh oknum dengan menguras isi tabungan secara berturut-berturut tanpa sepengetahun nasabah BRI Djaenab Anwar.

Pimpinan Cabang BRI Ternate, Tamrin Faizal Nender mengatakan, pihaknya telah menemui nasabah yang bersangkutan dan telah menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia juga katakan, nasabah mengapresiasi dan menerima dengan baik penjelasan yang disampaikan.

“BRI berkomitmen untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dan mengedepankan prinsip prudential banking dalam setiap menjalankan operasional bisnisnya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima radarmalutcom, Jumat (24/5/2024).

Sementara, Kuasa Hukum Djaenab Anwar, Mubarak Abdurrahman mengatakan, belum lama ini pihak BRI telah menemui kliennya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan untuk menandatanganani surat kuasa pengembalian uang yang raib enam tahun itu.

“Kemarin sudah bertemu dengan Ibu Haji, tetapi untuk pengembalian katanya hari Senin dan juga ditandatangankan surat kuasa pengembalian. Namun jika tidak kembalikan, maka kami buat selanjutnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Mubarak mengungkapkan kliennya membuka rekening di sejak tahun 2015 untuk diperuntukan sebagai tabungan uang ibadah haji. Namun tak diduga sejumlah uang yang disetorkan diambil secara diam-diam oleh oknum teller.

“Kliennya kami pada tahun 2015 membuka rekening untuk menabung uang, yang rencananya sebagai biaya menunaikan ibadah haji. Saat disetor itu diterima oleh teller BRI Cabang Ternate berinisial IA, namun tahun 2018 dilakukan pengecekan pertama ternyata Rp 29 juta,” katanya, Senin (20/5/2024).

Mubarak merinci yang sengaja diambil IA untuk kepentingan pribadinya, yakni pada tanggal 13 Maret 2018 penarikan tunai sebesar Rp 2 juta, kemudian di tanggal 19 di bulan yang sama juga ditarik Rp 27 juta, sehingga totalnya Rp 29 juta.

Haerudin Muhammad
Editor
Radar Malut
Reporter